Dunia otomotif sudah tidak asing lagi dengan teknologi turbo. Bahkan saat ini mesin turbo sudah bukan lagi digunakan khusus mobil sport saja, melainkan kini mobil keluarga seperti SUV dan MPV juga menggunakan mesin turbo.
Pada umumnya ada dua jenis mesin turbo yang ada yaitu Fixed Geometry Turbo (FGT) dan Variable Geometry Turbo (VGT). Mesin FGT juga dikenal sebagai turbo konvensional sedangkan VGT dikenal sebagai turbo modern.
Pada dasarnya mesin turbo adalah sebuah perangkat yang telah dipasang di mesin kendaraan. Tujuan awalnya dibuatnya mesin turbo yaitu untuk meningkatkan tenaga pada kapasitas mesin yang digunakan.
Turbo VGT bisa dikatakan menjadi perubahan atau inovasi dari turbo konvensional. Pasalnya pada turbo konvensional ada beberapa kekurangan yang dirasakan seperti turbo-lag.
Kekurangan ini berupa adanya kekosongan tenaga saat sebelum turbo menghembuskan udara padat ke mesin (spool-up). Jadi sebagai pengemudi yang Anda rasakan adalah ketika menginjak pedal seolah-olah ada lag atau jeda.
Turbo memberikan tenaga tambahan dengan memakai gas dari pembuangan mesin. Sedangkan sisa gas yang ada akan digunakan sebagai kekuatan untuk mendorong baling-baling agar bisa bergerak dan menghasilkan udara terkompresi.
Udara dingin inilah yang akan disalurkan untuk membantu proses pembakaran agar lebih cepat dan efektif. Inilah komponen umum yang biasanya dipasang pada exhaust pipe.
Bagaimana Cara Kerja Turbo Konvensional dan VGT?
Pada dasarnya semua jenis turbo melakukan cara kerja yang sama yaitu menggunakan baling-baling untuk menekan udara ke dalam tempat bakar di mesin mobil.
Ketika angina dihembuskan dari sudut atas kipas maka akan berputar jauh lebih cepat. Tapi jika angina dihembuskan dari sudut miring pastinya kipas akan melambat.
Semakin besar air ratio turbo, maka semakin lama turbo-lag yang dialami. Inilah sistem yang ada pada turbo konvensional.
Karena dirasa turbo-lag nya masih besar, diciptakanlah turbo VGT dengan teknologi lebih inovatif serta bisa mengurangi turbo-lag. Turbo VGT ini memiliki bilah-bilah yang lebih banyak sehingga kompresinya bisa diatur secara variatif.
Cara kerja turbo VGT adalah sudutnya diatur dengan aktuator yang akan membantu menyesuaikan perputaran mesin. Angin yang datang ke mesin akan digunakan untuk perputaran turbo.
Karena pada turbo VGT, sudut baling bisa disesuaikan dengan RPM yang ada. Jadi pada RPM level rendah, baling-baling secara otomatis akan terbuka sedikit supaya tekanan gas bisa bertambah dengan adanya celah itu.
Karena celah sempit bisa memaksimalkan tekanan gas dan bisa memicu turbin agar berputar lebih cepat.
Sebaliknya ketika RPM ada di level tertinggi, maka baling-baling otomatis terbuka lebih lebar dan turbin bisa bergerak lebih cepat. Inilah yang mengakibatkan kompresor menghirup udara lalu memproduksi tekanan yang lebih tinggi.
Lebih Bagus Mana Turbo Konvensional atau VGT?
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa turbo VGT adalah evolusi dari turbo konvensional yang mengalami perubahan menjadi turbo modern.
Pada dasarnya keduanya memiliki sisi positif dan negative untuk kendaraan Anda. Jika Anda pemilik mobil diesel, maka Anda akan lebih puas menggunakan teknologi turbo VGT.
karena VGT minim dengan resiko turbo-lag karena baling-baling bisa diubah mengikuti kondisi RPM meskipun perputaran mesin yang cukup rendah.
Berbeda dengan turbo konvensional yang cara kerjanya dengan mengikuti angin masuk yang sudut masuknya angin inilah yang berpengaruh pada kipas.
Jika sudutnya miring, maka turbo hanya bergerak secara lamban. Inilah yang membuat turbo-lag lebih dirasakan pada mesin turbo konvensional.
Jika Anda memiliki kendaraan dengan menggunakan mesin diesel, maka Anda bisa memilih VGT agar mendapatkan kepuasan saat berkendara dan minim masalah pada performa mesin.
Tapi jika Anda memiliki kendaraan yang bermesin bensin, maka Anda bisa menggunakan turbo konvensional.
Keunggulan Turbo VGT Dan Konvensional
Berikut ini beberapa keunggulan VGT yang mungkin belum Anda ketahui. Dengan mengerti keunggulannya, maka Anda bisa memilih mesin turbo terbaik untuk kendaraan Anda:
-
Dorongan Turbo
Pada mesin turbo konvensional, mesin baru bisa dirasakan kencang saat perputaran mesin menunjukkan angka 4.000 rpm. Sedangkan pada mesin turbo VGT, Anda bisa merasakan putaran mesin cepat yaitu pada angka 1.600 sampai 2.000 rpm.
-
Mesin Mobil
Pada mobil dengan mesin diesel akan lebih banyak menggunakan turbo VGT dibandingkan konvensional. Sementara turbo konvensional akan ditemukan pada mobil yang menggunakan mesin bensin.
Hal ini terjadi karena pemasangan yang rumit khususnya jika VGT diaplikasikan pada mesin mobil bensin.
-
Efisiensi Bahan bakar
VGT lebih hemat bahan bakar. Sedangkan konvensional lebih boros karena perputaran mesin tinggi akan memerlukan lebih banyak bahan bakar.
Itulah beberapa perbedaan turbo VGT dengan konvensional. Setiap mesin turbo memiliki keunggulannya, namun Anda bisa merasakan turbo VGT menjadi mesin modern yang mengoptimalkan kinerja mesin.
Sekian pembahasan singkat dari Mitsubishi Mobilku mengenai perbedaan mesin turbo VGT dan konvensional serta keunggulannya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda.







